MAKALAH
INSTRUMEN UJI
DARAH
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
spesialite dan alkes
Disusun oleh:
Kelompok X
Nama anggota:
Heny Setyo Utami (1031011030)
Herawati Kaltikaningtyas (1031011031)
Muhammad Najib (1031011049)
Nur Azizah (1031011056)
Puput Ela Suryani (1031011059)
Rika Nur Hayati (1031011064)
PROGRAM STUDI D-3 FARMASI
SEMARANG
2012
INSTRUMEN UJI DARAH
A.
Definisi Uji Darah
Pengujian kimia darah dapat didefinisikan
sebagai mengidentifikasi zat kimia banyak ditemukan dalam darah. The analysis of these substances will provide clues to
the functioning of the major body systems. Analisis zat ini akan
memberikan petunjuk kepada fungsi sistem tubuh utama. Most nurses are concerned with the fact that many blood
chemistry tests are performed on the serum derived from whole blood.
Kebanyakan perawat prihatin dengan fakta bahwa tes darah banyak kimia yang
dilakukan pada serum yang berasal dari seluruh darah. Serum, of course, is the liquid remaining after whole
blood has clotted in the sample tube. Serum, tentu saja, adalah cairan
yang tersisa setelah seluruh darah bergumpal memiliki dalam tabung sampel. Some blood chemistry tests are performed on other parts
of blood as well. Beberapa tes kimia darah dilakukan pada bagian lain
dari darah juga.
Sebuah analisa kimia darah
digunakan untuk menentukan komponen dalam darah. Blood
analyzers are used by hospitals, medical labs, forensic labs, and by people at
home. Analisis darah digunakan oleh rumah sakit, laboratorium medis,
laboratorium forensik, dan oleh orang-orang di rumah. A blood chemistry analyzer may be used to test for many
things, such as blood cell counts, therapeutic drug monitoring, illegal drug
use, blood typing, protein analysis, checking thyroid function, checking for
the presence of antibodies, and, when used by patients at home, for glucose or
cholesterol monitoring. Sebuah analisa kimia darah dapat digunakan untuk
menguji banyak hal, seperti jumlah sel darah, pemantauan obat terapeutik,
penggunaan narkoba ilegal, mengetik darah, analisis protein, memeriksa fungsi
tiroid, memeriksa adanya antibodi, dan, bila digunakan oleh pasien di rumah,
untuk glukosa atau pemantauan kolesterol.
There are several types of tests used by blood analyzers, including cell counters for doing the blood counts, immunoassays for detecting antibodies, tests for ions that measure voltage differences, and tests for the presence of enzymes that detect enzyme activity by a physical change in the sample. Melalui pemeriksaan darah secara dini, penyakit asam urat, kencing manis, jantung koroner, dan gula darah bisa dicegah. Ada beberapa jenis tes yang digunakan oleh analisis darah, termasuk sel counter untuk melakukan penghitungan darah, immunoassays untuk mendeteksi antibodi, tes untuk ion bahwa perbedaan tegangan mengukur, dan tes untuk kehadiran enzim yang mendeteksi aktivitas enzim oleh perubahan fisik di sampel.
There are several types of tests used by blood analyzers, including cell counters for doing the blood counts, immunoassays for detecting antibodies, tests for ions that measure voltage differences, and tests for the presence of enzymes that detect enzyme activity by a physical change in the sample. Melalui pemeriksaan darah secara dini, penyakit asam urat, kencing manis, jantung koroner, dan gula darah bisa dicegah. Ada beberapa jenis tes yang digunakan oleh analisis darah, termasuk sel counter untuk melakukan penghitungan darah, immunoassays untuk mendeteksi antibodi, tes untuk ion bahwa perbedaan tegangan mengukur, dan tes untuk kehadiran enzim yang mendeteksi aktivitas enzim oleh perubahan fisik di sampel.
Analisis darah mungkin mampu
melakukan hanya satu jenis tes atau banyak, jadi ketika memilih penganalisis
darah diingat tes yang ingin Anda lakukan. Other
features that can differ between blood chemistry analyzers and that may be
important for your laboratory are number of samples run at a time; tests per
hour; sample size needed; if there is a manual override to stop current tests
to run an emergency sample; how much data storage it has; and if the blood
analyzer is benchtop, portable, or handheld. Fitur lain yang dapat
berbeda antara analisis kimia darah dan yang mungkin penting untuk laboratorium
Anda adalah jumlah sampel dijalankan pada suatu waktu, tes per jam, ukuran
sampel yang dibutuhkan, jika ada manual override untuk menghentikan tes saat
ini untuk menjalankan sampel darurat; berapa banyak penyimpanan data memiliki,
dan jika analisa darah benchtop, portabel, atau genggam.
B.
Macam-macam test darah
Melakukan pemeriksaan
tes darah setahun sekali merupakan langkah yang perlu dilakukan bagi orang
dewasa. Tujuannya untuk menghindari berbagai penyakit yang dapat mengancam
kehidupan.
Dengan diketahuinya
hasil tes darah tersebut kita dapat cepat melihat adanya perubahan yang terjadi
di dalam tubuh kita sebelum berlanjut menjadi sakit yang serius seperti
penyakit jantung, kanker, diabetes dan lain-lain.
Apa saja tes darah yang penting bagi orang dewasa, berikut daftarnya.
1.
Uji darah lengkap dan uji
kimia darah.
2.
Uji darah lengkap biasa
dilakukan untuk menentukan adanya kelainan atau penyakit secara menyeluruh. Tes
ini memberikan informasi diagnostik yang berhubungan dengan pembuluh darah,
hati, ginjal dan sel darahnya sendiri.
C.
Macam-Macam Alat Uji Darah
1.
Mikropipet
Mikropipet dan
adalah alat untuk memindahkan cairan yang bervolume cukup kecil. Banyak pilihan
kapasitas dlm mikropipet, misalnya mikropipet yg dapat diatur volume
pengambilannya (adjustable volume pipette) antara 1µl sampai 20 µl, atau
mikropipet yg tidak bisa diatur volumenya, hanya tersedia satu pilihan volume
(fixed volume pipette) misalnya : mikropipet 5 µl dalam penggunaannya,
mikropipet memerlukan tip.
Cara
Penggunaan :
1.
Sebelum digunakan Thumb Knob
sebaiknya ditekan berkali-kali untuk memastikan lancarnya mikropipet.
2.
Masukkan Tip bersih ke dalam
Nozzle / ujung mikropipet.
3.
Tekan Thumb Knob sampai hambatan
pertama / first stop, jangan ditekan lebih ke dalam lagi.
4.
Masukkan tip ke dalam cairan
sedalam 3-4 mm.
5.
Tahan pipet dalam posisi vertikal
kemudian lepaskan tekanan dari Thumb Knob maka cairan akan masuk ke tip.
6.
Pindahkan ujung tip ke tempat
penampung yang diinginkan.
7.
Tekan Thumb Knob sampai hambatan
kedua / second stop atau tekan semaksimal mungkin maka semua cairan akan keluar
dari ujung tip. 8. Jika ingin melepas tip putar Thumb Knob searah jarum jam dan
ditekan maka tip akan terdorong keluar dengan sendirinya, atau menggunakan alat
tambahan yang berfungsi mendorong tip keluar.
2.
Glukometer
Glukometer
merupakan suatu perangkat yang sangat penting bagi pasien diabetes untuk
memonitor kadar gula darahnya. Hal ini sangat penting untuk mencegah terjadinya
komplikasi. Penggunaan glukometer mengahuskan pasien mengambil sample darahnya
dari jari. Meskipun demikian glukometer generasi ketiga yakni dengan metode
invasive sudah ditemukan walaupun penggunaannya untuk home glucose monitoring belum dianjurkan.
3.
Incubator
Incubator adalah alat yang digunakan untuk menyimpan darah
agar suhu terjaga dan darah tidak terkontaminasi.
4.
Aggregometer
Digunakan untuk evaluasi kemampuan trombosit
untukmembentuk agregat/clump dan mengawali terbentuknyabekuan darah.
Tensimeter adalah alat
pengukuran tekanan darah sering juga disebut sphygmomanometer.
Sphygmomanometer terdiri dari sebuah pompa, sumbat udara yang dapat diputar,
kantong karet yang terbungkus kain, dan pembaca tekanan, yang bisa berupa jarum
mirip jarum stopwatch atau air raksa.
6.
Freezer
Lemari pendingin yang digunakan untuk menyimpan darah.
7.
Cholinesterase Test Kit
Fungsi : Untuk mengetahui kandungan pestisida dalam darah,
dengan analisa menggunakan Photometer, Digital, Praktis, sangat mudah
dipergunakan dan langsung mendapatkan hasil.
8.
Digital hemoglobinmeter
9.
Iciiwaived
Alat untuk mengukur kadar timbal dalam darah.
1.
Blood Collecting Pack/Blood Bags Teruvlex
Blood Collecting Pack/Blood Bags
Teruvlex adalah kantong yang digunakan untuk
menampung darah dari pendonor. Biasanya terbuat dari plastik dan berisi larutan
anticoagulantia ACD (acid citric, na.citrat, dextrose), CPD (canpuran as.sitrat+
na.sitrat+dextrosa+ na.bifosfat), atau larutan natrium sitrat 4%.
11.
Taking Set/ Blood Donor Set
Taking Set/ Blood Donor Set adalah alat untuk mengambil darah dari pendonor yang kemudian akan ditampung
dalam botol atau Blood Bags.
12.
Venoject
Digunakan untuk mengambil darah untuk
pemeriksaan tanpa adanya kontaminasi sehingga meminimalkan terjadinya
hemolysis. Alat ini terdiri dari:
a.
Tabung vacuum (tanpa antikoagulan)
b.
Tabung “holder” plastik
c.
Jarum spesial, berujung dua, ada yang single sample
needle dan ada yang multiple sample needle.
- Preza Pak/ Microsampler-AVL 0073
Digunakan untuk mengambil
darah arteri dan untuk analisa gas darah. Alat ini terdiri dari 3 bagian yaitu:
a. Jarum spesial berujung 2
b. Guide holder
c. Sampler untuk menampung
darah, berskala tiap ½ ml (berkapasitas 5ml)
Kapiler yang sudah berisi
darah tersebut kemudian digunakan untuk penentuan pH, PO2, PCO2 dll dengan
menggunakan alat pH Blood Gas Analyzer.
- Giving
Set/ Blood administration Set/Transfution Set
Alat untuk memberikan darah
kepada pasien.
- Solution
Administration Set/ INFUSION Set/Soluset
Untuk alat yang digunakan pemberian cairan kepada penderita, Biasanya
dilengkapi dengan buret.
Daftar Pustaka
Hartono. 2002. Alat-Alat Kesehatan dan Kedokteran.
Jakarta: Depot Informasi Obat.
http:\alkes\Alat cek gula
darah, Asam urat dan Kolesterol.html.
http:\alkes\Alat Test Darah, Test Kesehatan Bisa di
Mana Saja _ Harga Jual.html.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar